Cinta umpama...air mata...
Tiap detikan masa...tercoret kisah lama yang engan pergi....
Walaupun usia yang membatasi...namum perasaan kasih kian terpatri...
Dengarkan kisah novel cinta...antara aku dan....sidia...
..................................................................................................................................................................
Pertama kali aku melihat wajahnya...
sering kali menanya hati yang mula merahsiai sesuatu ...
Perasaan tenang kini kian gundah....
kenapa?...
Aku cuba mencari jawapan disebalik perasaan ini...
Bayangan senyumannya kian mendesak aku...mengembara....
Aku terus cuba mengungkap kata-kata hati yang kian pudar....
..................................................................................................................................................................
Ketika bulan mengembang....
Cahaya purnama yang menerangi perjalanan ku....
Aku melihat disebalik pohon...
Terdengar tangisan merdu...bagai puteri yang menahan sebak syahdu...
Titisan air mata.... menyapa mesra pipiku....
Sedih...pilu yang kian mendalami hati...
Aku terdiam........
Disebalik pelukan...dingin tubuh badan...wajah tangisannya...
Seolah-olah ingin menceritakan sesuatu ....
Akhirnya aku menemui jawapan bicara hati ini....
Dia bagaikan kunci...kepada kebahagian hidup sang cinta...
Cinta yang tertulis dalam takdir hidup...untuk selamanya...
“AKU CINTA PADA MU..BIDARDARIKU”...............
lambaian cahaya matahari .... menyedarkan aku dari memory mimpi....
kini aku mula dengan nasaf baru...wajah yang tenang kembali menyerikan hidupku...
persoalaan yang tersimpul ketat...menghuraikan seribu makna....
..................................................................................................................................................................
Cinta umpama mawar yang mekar ditaman bunga....
Haruman mengoda .... warna kemerahan......
Adakan aku tersilap???....
memetik sekuntum mawar....duri menyapa jari jemari aku...
sakit yang menusuk ke hati....namun aku hanya tersenyum....
andaikata seribu kuntuman mawar membuatkan engkau bahagia....
katakanlah sayang...
hadiahkan lah kepada aku....senyuman manis ikhlas dari wajah mu....
..................................................................................................................................................................
Kini aku terus membisu....kata-kata rayuan hati sang cinta tidak berbalas....
Katakan lah aku putera hati mu....
Katakanla aku cinta kamu.....
Berat jasad melangkah pergi....
ketika engkau memeluk mesra seorang pujanga...
aku tersungkur di di belakang mu...
kini engkau telah pergi...
dan aku....
sendiri mengenang kisah lalu...
kisah cinta antara aku dengan sidia.......
..................................................................................................................................................................
Kini....
Aku tetap menanti kehadiran mu...
Walaupun jauh dari pandang....
Aku tetap menunggu saat ketenangan hati ku...
Dalam sedih aku menangis...
Tangisan ikhlas luahan hati yang kini kesepian...
Airmata bagaikan lumrah hidupku...
Tangisan sesejuk embun pagi...
Sejernih titisan hujan...selembut sutera sang putera...
Tanpa aku sedari...kesakitan mengundang syahdu...
Air mataku yang menyuburkan sepohon sakura...
Aku bagaikan padang pasir...
Pohonan sakura yang melihatkan aku bayangan taman syurga...
Kini aku menanti dirimu.......
